Press "Enter" to skip to content

Pameran Karya “Untuk Riau Dari Pekanbaru”

gopekanbaru.com | Pada tahun 1957, berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 19 tahun 1957 provinsi Sumatera Tengah dimekarkan menjadi tiga provinsi yaitu Riau, Jambi dan Sumatera Barat.  Provinsi Riau yang baru terbentuk adalah bekas wilayah Kesultanan Siak Sri Indrapura, Keresidenan Riau serta ditambah Kampar yang sebelumnya, di masa pendudukan tentara Jepang dimasukkan ke dalam wilayah Rhio Shu. Pada bulan Januari 1959, Pemerintah Pusat  menetapkan Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi Riau yang baru. Sebelumnya, ibu kota Provinsi Riau berada di  Tanjung Pinang.

Sebagai ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru terus tumbuh berkembang. Bermula dari sebuah pekan/ pasar di tepian Sungai Siak, kota ini tumbuh dengan rentang waktu yang tidak singkat. Di tahun 2019, Pekanbaru sudah berumur 235 tahun. Pekanbaru menjadi salah satu kota perdagangan yang diperhitungkan di Sumatera Tengah sejak abad ke 18. Dekat dengan Singapura dan Malaysia, memiliki pelabuhan di tepi sungai, memiliki bandara Simpang Tiga, dan jalan lintas Payakumbuh-Bangkinang-Pekanbaru yang menghubungkan Sumatera Barat-Pekanbaru adalah beberapa alasan kenapa kota ini menjadi kota perdagangan yang maju di abad 20. Salah satu wujud Pekanbaru adalah kota Perdagangan.  Sejak tahun 1930 hingga 1940, seminggu sekali, pesawat KNILM/ Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij tujuan Singapura dari Batavia pulang pergi mendarat di Bandara Simpang Tiga Pekanbaru, begitu juga pesawat KNILM tujuan Singapura dari Medan pulang pergi. Penerbangan ini membawa logistik serta orang-orang masuk dan keluar Pekanbaru. Hal yang sama terjadi di pelabuhan tepi Sungai Siak. Kapal dari KPM/ Koninklijke Paketvaart Maatschappij sejak tahun 1910 sudah masuk ke Pekanbaru membawa orang dan barang-barang menuju Singapura sembari melewati Siak dan Selat Panjang.

Jika diibaratkan sebuah buku yang besar, Pekanbaru masih menyimpan halaman- halaman cerita yang belum terungkap. Untuk menceritakan sebagian kecil halaman tersebut. Kumpulan Komunitas Visual Art  Pekanbaru  bersama Pekanbaru Heritage Walk mengadakan event bertajuk; “Untuk Riau Dari Pekanbaru; pameran karya Visual dan  Photography” yang berlangsung dari tanggal 16 s.d 18 Agustus 2019 di Dermaga Pelindo,  kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini, menceritakan sudut pandang penggiat-penggiat kreatif kota Pekanbaru akan kotanya. Pameran ini adalah kado  yang diberikan untuk hari jadi Provinsi Riau ke 62 dan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Pameran ini juga menjadi pengingat, bahwa Pekanbaru memiliki kawasan kota Tua di tepi Sungai Siak yang selama ini terlupakan.

Dengan pameran ini diharapkan narasi “Ndak ada apa-apanya Pekanbaru tu doh” pelan- pelan bergeser, bahwa di Pekanbaru banyak apa-apanya.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *